Kamis, 11 November 2010 | By: F. Zahraza Arief

3 (Tiga) Macam Wanita




 Ibnu Habib mengisahkan, dahulu ada seorang laki-laki yang bersumpah tidak akan menikah. Ia meminta pandangan kepada seratus orang.

Hal itu dikarenakan ia telah menerima perlakuan buruk dari beberapa orang wanita.
Setelah meminta pandangan kepada sembilan puluh sembilan orang, masih ada satu orang yang belum diminta pandangannya. Lalu, ia pun pergi untuk melengkapi jumlah orang yang akan dimintainya pandangan.

Setelah lama berjalan, kebetulan ia bertemu dengan seorang laki-laki gila yang sedang berada di jalan dengan wajah yang kotor kehitaman. Ia mengenakan kalung tulang di lehernya. Sementara itu sebatang kayu ia letakkan di bawah selangkangannya sambil berbicara sendiri seolah ia sedang menunggang kuda.

Setelah menyampaikan salam, lelai itu pun kemudian bertanya, “Aku mau bertanya tentang satu masalah, barangkali kau dapat membbri jawaban,” Orang gila itu menjawab, “Bertanyalah apa saja. Tetapi jangan sekali-kali kau menanyakan yang bukan urusanmu,”

Ia kemudian menceritakan bahwa dirinya pernah mendapat perlakuan buruk dari wanita, dan ia telah bersumpah tidak akan menikah hingga meminta pandangan kepada seratus orang (Dan orang gila inilah, prang keseratus yang dimintai pendapat)

Orang gila itu kemudian memberi jawaban seperti layaknya orang arif nan bijak dengan berkata, “Ketahuilah bahwa wanita itu ada tiga macam; satu baik untukmu, satu lainnya tidak baik untukmu, dan satu lagi wanita yang tidak baik untukmu tetapi juga tidak jelek untukmu.

Wanita yang baik untukmu ialah wanita cantik nan lembut yang belum pernah dikenal laki-laki sebelummu. 

Apabila ia melihat suatu kebaikan, ia memuji dan apabila,,,,
melihat keburukan ia menutupinya.
Sedangkan, wanita yang tidak baik untukmu ialah wanita yang mempunyai anak dari selain engkau, kemudian ia menguras hartamu dan memberikan kepada anaknya. Ia tidak berterima kasih kepadamu meskipun engkau membanting tulang untuknya.

Adapun wanita yang tidak baik untukmu tetapi juga tidak jelek untukmu ialah wanita yang sebelumnya pernah menikah dengan selain engkau. Apabila ia melihat suatu kebaikan ia menyukainya, tetapi apabila melihat keburukan, ia mengingat suami pertamanya. Itulah perihal wanita yang telah aku jelaskan kepadamu.

Pahamilah, jika ingin menikah, nikahilah yang paling baik, jika tidak, maka jangan!!”

Laki-laki itu menjadi penasaran, lalu bertanya, “Demi Allah, siapakah sebenarnya engkau ini?” Orang gila itu menjawab, “Tidakkah aku telah memberi syarat agar kau tidak bertanya tentang sesuatu yang bukan urusanmu!”

0 komentar:

Posting Komentar